Keping Empatbelas
Akara kisah yang lalu menganggu pikir. Lagi-lagi senandika di tengah sepi. Salahku banyak hingga orang kiranya muak. Lambat laun memberi jarak. Selaksa sesal menghimpit asa. Diperbaiki pun kaca pecah tetap ada bekasnya. Maaf. Kiranya sudah bosan di dengar, tapi ucap kata lain pun tidak ada lainnya yang bisa menyampaikan maksud yang ingin diutarakan. Di hari Puisi Nasional, Bumi, 28 April 2021