Keping Sembilan Belas
Siapa kira? Rasa percaya itu adalah mula dari luka. Manusia itu rupanya lupa, menaruh harap ke sesama, amat besar sampai ke ngarai kecewa. Diperlakukan sebegitu buruknya, sampai pada tahap mempertanyakan kelayakan diri? Apa memang sepantasnya? Apa sudah seharusnya? Ah... Lagi-lagi kamu terlalu jahat pada diri sendiri. Lagi mengingat hidup katanya memang kerumunan sulit, yang terjadi sekarang adalah bagiannya. Tidak akan selamanya. Dijalani sembari mencari, bagian apa yang bisa disyukuri? Let them, it will pass. Biar mereka bertindak sedemikian jahatnya, tanpa perlu berbalik menjadi sama jahatnya. Itu akan lewat, lagi... tidak akan untuk selamanya.