Keping Delapanbelas

Ada banyak hal tidak menyenangkan sudah dilalui selama menapak di bumi. Tapi sebagian besar dari keping biru itu masih bisa diterima, masih bisa diingat tanpa kembali bawa lukanya.


Tapi yang kali ini teramat pekat. Sampai buat mengingatnya, napas jadi tercekat. Pengap. Tanpa ada mendung, mata itu basah. 


Dari perasaan remuk juga rapuh, manusia rumpang itu masih coba cari makna. Kiranya bagian mana yang bisa disyukuri? 



Agar bisa lupa, dan lekas hilang sakitnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

26 01 26

(Kembali) Untuk Kamu di Januari

Let it flow