Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

Kenapa?

 Dari pilihan untuk jadi orang baik dan jahat kenapa harus pilih yang kedua? Tahu, Pilihan kesatu juga nggak menjamin jadi manusia baik yang sempurna tanpa cela. Tapi dimana letak salah dari coba buat jadi baik? Baik ke orang lain adalah sama dengan baik ke diri sendiri bukan? Juga jahat ke orang lain, sama artinya jahat ke diri sendiri? Sekali lagi aku ingin tahu. Kenapa? Kenapa memilih menulis hal-hal jahat ketika menulis hal baik ada? Atau pilihan tengah jika tidak bisa tulis hal baik, diam. Kalau-kalau semesta tiba-tiba memposisikan kamu dicerca tulisan jahat, perasaan kamu bagaimana? Bohong kalau kamu ucap. Aku senang, aku bahagia. Ayo caci maki aku. Ayo kirim ucapan kebencian. Ayo arahkan pesan kema-. Aku tahu, kamu tidak senang, tidak bahagia, tidak tenang ada dalam posisi macam itu. Sama seperti orang yang kamu kirim pesan jahat, kata-kata jahat, kata-kata tidak manusiawi. Dia tidak ingin. Dia tidak bahagia, dia tidak senang, dia tidak tenang. Be kind. Please, bukan buat ya...

Tolong!?

Segala hal negatif yang ramai-ramai mengacak hari. Takut, cemas, capek, jenuh, kecewa, juga ragu. Semuanya menyebalkan senada rasa sesal yang makin menggebu. Pada diri sendiri bukan yang lain. Lagi.  Bagian paling menyakitkan adalah semua itu dirasa sendiri. Tolong !?

Keping Rasa

Biar, aku tunggu seberapa lama. Seberapa banyak detik yang harus dilalui menuju sana. Dengan perasaan yang abu-abu, atau biru sekalipun. Tidak peduli seberapa lama juga menyakitkan itu. Jika kamu baik-baik saja, lainnya cukup.