Boleh tidak?
Biar, aku tunggu seberapa lama. Seberapa banyak detik yang harus dilalui menuju sana. Dengan perasaan yang abu-abu, atau biru sekalipun. Tidak peduli seberapa lama juga menyakitkan itu. Jika kamu baik-baik saja, lainnya cukup.
Di tahun lalu aku tulis kalimat demikian. Sampai sekarang pun masih sama. Hanya saja, kadang egoku teramat besar. Boleh tidak detik menuju temu itu dibuat lebih cepat?
Komentar
Posting Komentar