Keping Sebelas

 Saya pikir. Menyibukkan diri hingga kepala pusing bisa buat saya lupa akan masalah yang tidak saya tahu apa dan bagaimana mula juga cara usainya. Tapi ternyata, sekalinya ada jeda sedikit, saya jadi mikir macam-macam. Saya salah apa? Saya harus bagaimana? Saya mundur aja tidak usah memperbaiki atau bagaimana? 

Bukannya lupa, rasa bingung juga tidak enak malah jadi semakin menjadi.


Saya sudah coba menurunkan ego buat tidak ikut-ikutan berubah. Tapi bukannya membaik semuanya semakin membuat saya merasa salah tapi tidak tahu letak salahnya dimana. 



Saya bingung. Ternyata pusing di pukul satu pagi tadi bukan karena suara televisi yang buat saya bangun secara tiba-tiba. Tapi karena memang kalut itu berlarut sampai saya tidak sadar menyakiti diri dengan pikiran-pikiran negatif tidak berujung.


Maaf.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

26 01 26

(Kembali) Untuk Kamu di Januari

Let it flow