Untuk Zaq di tanggal 26/1 tahun ini. Tidak jauh beda, kiranya dari 4 ke 5 lewat jauh lebih singkat. Mungkin karena cakap itu kian sedikit jadi hanya sekilas beberapa paragraf. Tapi lagi-lagi, tiap tanggal dua enam Januari, tolong jangan bosan baca pesan semacam ini. Untuk kamu, yang hari ini genap seperempat abad. Semoga masih ada banyak 26 Januari di masa mendatang, buat kirim juga baca pesan macam sekarang. Di usia 25 semoga bahagia itu jadi jauh lebih banyak, sejalan dengan syukur yang tak kalah jumlahnya. Semoga senantiasa dipeluk sehat, dijauhkan dari rasa sakit juga lara. Semoga dari jalan yang tidak begitu mudah ditempuh sekarang ini, di tengah ketidakbijaksanaan pembuat kebijakan, simpang siur sana-sini. Kamu lekas temu akara dari apa yang sudah diupayakan. Tetap jadi kamu yang senang menyebar manfaat, menyebar ilmu. Jadi panutan juga kesayangan banyak orang. Semoga lekas temu kawan hidup yang satu tuju, yang paling mengerti kamu. Juga jadi pe...
Dari dua tiga ke dua empat, rasanya sekejap lewat. Rupanya sama dengan cakap yang tidak lagi banyak. Biar demikian di hari yang spesial buat manusia Januari ini, jangan terganggu ya tiba-tiba kirim pesan. Untuk kamu, yang lagi-lagi menua di 26 Januari. Semoga masih banyak 26 Januari untuk tulis juga baca ucap baru ke depan. Semoga kalut juga sedih tidak lagi banyak, terganti bahagia yang amat banyak. Semoga cita juga harap itu terbangun satu persatu dengan segala kemudahannya. Semoga syukurmu semakin menggunung seiring kian banyak detik yang lewat. Senantiasa sehat dan tetap jadi kamu yang banyak tebar bahagia juga manfaat untuk banyak orang. Lagi-lagi menjadi kamu yang jauh lebih baik dan mencintai diri sendiri dari versi kamu di 23, 22, 21 juga angka lainnya yang sudah lalu. Semoga lekas temu orang yang tepat di waktu yang tepat yang bisa buat bahagia kamu berlipat. Semoga segala do'a baik yang diterima hari ini, Allah kabulkan. Terima kasih sudah j...
Awal menjelang tengah Februari ini belajar hal baru lagi. Buat bisa menerima siapa yang datang juga pergi. Yang terpenting adalah nggak kehilangan diri sendiri. Nggak hilang rasa percaya sama diri sendiri. Karena mau sebanyak apapun lalu lalang manusia, manusia yang paling bertanggungjawab buat hidup adalah diri sendiri. Tapi juga selalu mengucap terimakasih buat mereka yang hadirnya juga memberi peran. Sekecil apapun itu. Sesingkat apapun detiknya. Tidak lupa, terimakasih. Kedepan siapa lagi yang datang juga pergi? Biar datang juga pergi di waktunya. Let it flow.
Komentar
Posting Komentar